Showing posts with label sEORanGWaNitabERmahkOtaiBu. Show all posts
Showing posts with label sEORanGWaNitabERmahkOtaiBu. Show all posts

Wednesday, March 14, 2012

words are easy ...




a word can be interpreted into 1000 meanings. ape-ape lah ^_^

this boredom is killing me. i need to do something, feel useful and act like one normal person with life.

don't get me wrong. I'm happy even if I ended up working as a cleaner or a farmer, as long as I'm not jobless, I'll find a way to have fun while performing my chore. I'll try to be grateful, at least ^_^

but ...

when I've left with nothing to do for the past 2 months, I'm getting cranky (i wish i can get funky but no kidding), irritable, agitated and restless. i may get depressed if i kept doing nothing and continue living in this sedentary lifestyle. my blood pressure may increase, i may suffer from diabetes and get hospitalized for some coronary heart problem :(

ok, too much imaginations for a little girl.

but seriously, when i got nothing to do other than watching korean movies, reading others' blogs and stalking other bloggers, somehow, this time it is the time itself that teaches me lessons.

what i learned as a jobless person:
* i have more time to read newspapers, watching news, being busybody  --->  i learned to become more critical minded (ayat lain bagi perkataan pengutuk tegar semua benda) . may all the information are useful for me and may i be grateful for the time i have now cause i might miss it later when i start working (tapi dasar manusia memang susah nak bersyukur) *sigh*

* i got more chances joining a lot of programs, yeay! ---> bersilaturrahim, berjalan-jalan, got chance to attend my friend's wedding, melawat sini sana, bercuti dengan keluarga besar yang sangat ramai, menyekolah agamakan diri, berbulatan (berbujur, bersegiempat, berlonjong) gumbira. let's grab the opportunity while I still stand the chance ^_^

* I'm a good non-picky eater and am getting fat and obese as a result --> but no worries, 24-hour at home provides me enough time to walk - run -jog -hop on the treadmill. beriya-iya gayanya, macam hamster bersukan ^_^ *seriously*
'mari ke sudut kesihatan; did u know that the healthy body mass index for Asians is between 18.5 and 23.9? jeng jeng jeng. and a person with BMI equals to 24 is considered as overweight. oh nooo. to make thing worse, the target waist circumference should be equal or less than 80cm for woman.' *sudut tamat*
when u're jobless and got nothing to do, somehow you got plenty of time to eat. then, as wise as making time to eat, one should also be wise enough to find the time to burn the unwanted calories and fat ^_^

well babeh, words are easy :P

but it doesn't mean one can simply give up!~

* i do believe i got potential to get depressed --> to prevent it, i must recite and try to understand the holy Koran. well, there's a saying ; an apple a day keeps the doctor away but a page of Koran a day keeps the shaitan away ^_^ shuh shuh

* i do somehow understand why people especially teenagers and youngsters nowadays making silly mistakes such as run away from home, got involved in crimes and committing fornication. they don't choose to run such life but they did choose wrongly
'pemuda jika tidak disibukkan dengan kebaikan, dia akan disibukkan dengan keburukan dan kejahatan. sebagaimana air yang statik, akan menjadi buruk dan tidak elok.' - teori kualiti air;
air yang tak mengalir itu lah air yang paling rendah kualitinya.
Bukankah sama untuk kamu wahai pemuda-pemuda yang tidak bergerak?
yup, when there's nothing beneficial to do, one will think he got plenty of time to waste and let himself to do anything that suits his lust.

tenaga banyak, ye lah. orang muda, darah mendidih menggelegak, semangat lobeh.

tak dapek buek bondo baik, bondo jahat pun jadi la jang, janji dapek den salurkan tenago yang lobeh ni ^_^

see, it's very important for parents, family, neighbors and friends to understand and not to underestimate the power of the youth.

if we didn't help to channel it rightly, we all are equally guilty, ignoring these young people till at one point thinking that there's no one to help, they chose to break the law and commit the crimes in order to gain the grown ups' attention.

memang mereka salah tapi yang lain juga kena bertanggungjawab dengan berdakwah. hidup bukan bermaksud menyendiri ^_^

tapi hidup bererti berkongsi dan berbagi. kerana itu sifat Nabi salah satunya adalah tabligh : menyampaikan


wmwmwm \(^-^)/



Wednesday, September 14, 2011

dunia adalah ...

dari seorang guru ... beliau berkata,



'dunia adalah rumah sakit jiwa ... seandainya sakit jiwa itu didasarkan pada sifat berbicara sendiri, maka pasti setiap orang punya sifat itu. 



manusia dan kecenderungannya berbicara sendiri ... kerana hati berbolak balik. bila susah menetapkan pendirian hati, membuat keputusan, melepaskan marah yang terpendam, menyatakan ketidak puasan di saat tiada kawan untuk berkongsi, memotivasi dan memberi semangat pada diri ... manusia akan berkata-kata dengan dirinya ---> pep talk



cuma nantinya bergantung bagaimana seseorang mengawal habitnya itu ---> apakah hanya kata-kata yang dizahirkan dalam hati, dari akal atau sentiasa melafazkan dengan kuat sehingga kedengaran oleh orang lain.



jadi semua manusia secara umunya ada potential untuk menjadi gila ... dan Tuhan yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana juga telah memberikan pedoman agar manusia sentiasa mengawal diri dan bersederhana. caranya ---> dari kau cakap sendiri, baik kau redha dan cuba bersabar, berusaha mengingat Allah dengan berdoa, berzikir dan membaca Quran serta sunat-sunat lainnya. melarikan hati dan fikiran dari yang tidak-tidak, dari yang bukan-bukan, dari cakap sorag-sorang kepada mengingat Tuhan.



kerana janji Nya ... 'dengan mengingati Tuhan, hati menjadi tenang...', 'in remembrance of Allah, does the heart find peace' dan 'The believers are only those who, when Allah is mentioned, their hearts become fearful, and when His verses are recited to them, it increases them in faith; and upon their Lord they rely -' 8:2






secara umum, manusia itu mudah lupa, mengambil secara literally maksud manusia itu sendiri. kerana itu manusia kadang ada yang sifatnya neurotic dan ada yang juga psychotic.






neurotic --->
often have damaged self-images that stem from low self-esteem.
'kenapa la nasib aku macam ni?' - keluhan typical
'apalah malang nasib aku sampai jadi macam ni,' - satu lagi keluhan typical
'ya ampun, bagaimana lagi harus aku lakukan supaya nasibku tidak jelek-jelek bangat ... supaya aku tidak melakukan kesalahan fatal sampai jadi macam ni' ---> ok, ini versi sinetron






manusia dengan sifat neurotic adalah manusia yang suka menyalahkan diri sendiri ---> secara tak langsung menyalahkan taqdir ---> tiada sifat redha ---> dan ini serious





selalu rasa rendah diri kerana kekurangan diri sampai rasa apa saja kesusahan, kesukaran, masalah yang timbul dalam hidup --> bukan merasa kerana itu ujian dari Allah untuk manusia check, recheck and cross-check level iman masing-masing, bukan merasa untuk mematangkan diri sendiri dan belajar dari kesilapan (oh terasa)



---> tapi merasa semua itu memang kerana diri dilahirkan dengan ketidakmampuan menguasai hidup, menjadi seperti orang lain. tak pandai macam cik kiah, tak cantik macam cik munah, tak petah berkata-kata macam cik senah, tak putih macam cik limah, tak kaya macam cik joyah dan tak dan tak dan tak ---> sebab diri memang tak dilahirkan macam tu, sebab memang lemah tak mampu acquire skills... rasa down memanjang ---> inferiority complex ---> depression with psychotic symptoms --->; hidup dalam dunia sendiri yang mana dia rasa diri tak berguna (delusion)






psychotic atau character disorder pula, bertentangan dengan sifat neurotic. pada manusia dengan penyakit psychotic ---> humans see themselves as superior which leads to a sense of entitlement.



sebab rasa diri besar, bagus, pemimpin sejati, disukai ramai dan tak mungkin melakukan kesalahan, jadi jika berlaku juga kesalahan dalam hidup ---> apa kelas bhai salahkan diri sendiri yang sentiasa dianggap betul ---> jadi salahkanlah orang lain yang kurang betul hingga menjadi penyebab berlakunya kesalahan (ok, terasa lagi)



very reactive instead of productive ---> 'salahkan tax naik sampai dia jatuh miskin'
'salahkan duti import mahal sampai dia tak boleh merasa pakai kereta mewah macam jiran sebelah'
'salahkan pemimpin kerana tak islamic padahal dia solat jemaah awal waktu pun tak dapat'
'salahkan suami orang lain yang tak sekolah agamakan isteri masing-masing sampai tak tutup aurat, macamana nak hidupkan negara islam, padahal isteri sendiri gila mengumpat walau banyak sembahyang sunat'
'salahkan pembangkang yang selalu mengumpat atas nama politik padahal nak negara islam/kebajikan tapi dia pun terhibur dengan gossip dan tiada ciri rakyat negara islam'



pada kitab-kitab dahulu, bab akhlak, bahagian akhir sifat mazmumah / sifat-sifat yang dibenci syara' itu adalah sifat-sifat riya', sombong, takabbur, ta'jub, cinta dunia dan takut mati (hubbud dunya). dan ini adalah character disorders ---> rasa lebih bagus dari orang lain, jadi orang lain yang salah, kita perfect, maka salahkanlah orang lain ---> padahal sama juga, masih menyalahkan taqdir---> tak anggap ujian sebagai parameter untuk tahu kedalaman iman.



maka bersederhanalah ... kerana ummat islam itu ummat pertengahan
"Dan demikianlah telah Kami jadikan kamu suatu ummat yang di tengah." (2:143) --- a just community




yang suitable in nature, properly fit. yang sederhana. yang hidup antara 2 ummat ---> yahudi yang terlalu cintakan dunia dan takut mati, kerana rasa diri mereka ummat terpilih, gigih nak kuasai ekonomi dan dunia walau dengan cara penindasan (capitalism), sedikit sekali dalam kitab mereka tentang akhirat ( mungkin tafsiran ini merujuk kepada talmud, yang dicipta oleh pendeta yahudi yang tersesat / tafsir ini diambil dari tafsir ayat 2:143) kerana itu mereka menyangka mereka tak akan masuk ke dalam neraka melainkan beberapa hari sahaja (al quran 3:24)



---> dan nasrani, asalnya dari pendeta yang tersesat, agama mereka sangat rigid / ukhrawi tanpa kesederhanaan ---> pendeta tak boleh berkahwin, harus mengikat nafsu dengan bertapa di rumah ibadah ---> hingga akhirnya banyak ajaran baru muncul, yang lebih ringan bagi mengimbangi kekakuan gereja catholic suatu masa dahulu



---> dan ummat pertengahan ini? Allah berikan jalan jika bernafsu untuk menyalurkannya ke tempat yang benar, kerana Tuhan yang menjadikan Maha Mengetahui keadaan manusia yang bukan malaikat. manusia tercipta dengan akal dan nafsu diseimbangkan dengan iman.






dan Allah yang Maha Bijaksana juga dah bagi hints untuk membuka mata ummat tentang ilmu psychiatry dan psychology, dengan mengerti dan memahami Islam, dalamnya ada macam-macam. ada sifat mazmumah yang ada dalamnya character disorders dan Allah berbaik hati menunjuki jalan untuk perbaikan


 



jadi, tujuan manusia ke dunia ini adalah untuk mengenal agamanya .... ^_^

Monday, September 12, 2011

3M ... dan ini bukan 3R

M - menerima segala yang didatangkan kepada kita.


'Verily the creation of any one of you takes place when he is assembled in his mother's womb; for forty days he is as a drop of fluid, then it becomes a clot for a similar period. Thereafter, it is a lump looking like it has been chewed for a similar period. Then an angel is sent to him, who breathes the ruh (spirit) into him. This Angel is commanded to write Four decrees: that he writes down his provision (rizq), his life span, his deeds, and whether he will be among the wretched or the blessed'
          4 decrees --> rezeki
                                umur
                                amalan
                                dan masuk golongan mana
 

 ini adalah sesuatu yang kritikal. manusia sifatnya sering berkeluh kesah terhadap apa yang dia dapat dan tidak dapat. kerana manusia itu sifatnya lupa. bila dapat apa yang dia nak, dia akan bandingkan dulu dengan yang lain sebelum bersyukur. kerana itu macam normal kalau membandingkan anak sendiri dengan anak jiran, diri sendiri dengan saudara mara, anak yang ini dengan yang itu, pelajar ini dengan pelajar itu, padahal dalam membanding beza boleh aja rasa tak puas hati dan akhirnya menyalahkan taqdir .... kalaulah kalaulah kalaulah, which is annoying and disturbing.


kenapa tidak boleh berasa bersyukur dan berpuas hati dengan perjalanan taqdir?


knowing that the provision has been written. the pens have been lifted and the ink has dried. dan itu bukan sama sekali tujuan kita hidup di dunia. Dunia adalah tempat di mana manusia mencari dan berkenalan dengan agama dan Penciptanya. dan kerana itu dunia adalah medium yang baik untuk ujian. dengan setiap ujian supaya manusia tahu, sejauh mana competency level dan bagaimana hubungannya dengan Tuhan.


'kalaulah aku jawab macam tu tadi mesti .....' 'kalaula tadi aku datang, mesti ....'


'kalaula dia tak buat macam ni kat aku, mesti ...' 'kalau tadi tak banyak kereta, mesti..'
                                

hello dude, tiada yang pasti dalam dunia ini melainkan numbers and figures (yang mana setiap suatu Tuhan jadikan dengan kadarnya), other than that, it's for Him to know and for us to find out. tak mesti kalau itu terjadi, akan dapat apa yang dimahukan. no guarantee. dan tak mesti apa yang tinggal itu buruk belaka.


jadi, ingin lebih cantik dari yang lain hingga akhirnya tudung menjadi singkat, baju semakin ketat, nampak setiap curve of your body just in order to look good or perfect in pictures or hoping others to throw the praises 'wow, you look fantastic' 'fashionable' 'dare to change' adalah something ridiculous kerana dalam ingin lebih dari orang lain, provided apa juga alasan in heaven's name, untuk tingkatkan keyakinan diri ke, apa ke, tidak harus membelakangkan agama.


tidak harus encourage orang lain juga untuk mengarah ke mungkar, 'eh, kenapa kau tak pakai baju macam tu, waah cantik-cantik ek' contoh ayat yang sering didengari padahal untuk jadi macam tu there's a high price to pay. at every turn, there are risks. how willing a person to sacrifice for something which can't last forever ...
sama juga, nak jadi kaya, nak belajar oversea... it's a test for anyone who is thoughtful enough to understand that the challenge is there. untuk tidak rasa diri lebih baik dari yang lain.


rezeki itu dah tertulis, tiada seorang manusia punya upaya untuk menambahkannya atau menguranginya, apatah lagi untuk dapat free access to lauh mahfuz dan menukarkannya kepada bentuk apa pun. jadi mengapa mesti membanding-bandingkan? ^_^


hadith di atas ada sambungannya ...

'...I swear by Allah - there is no God but He - one of you may perform the deeds of the people of Paradise till there is naught but an arm's length between him and it, when that which has been written will outstrip him so that he performs the deeds of the people of the Hell Fire; one of you may perform the deeds of the people of the Hell Fire, till there is naught but an arm's length between him and it, when that which has been written will overtake him so that he performs the deeds of the people of Paradise and enters therein.'


boleh jadi apa juga sikap tak bersyukur dan menyalahkan takdir dan ingin jadi lebih dengan cara yang salah menjadi penyebab overtaking itu. iya, mana ada manusia yang ingin jadi begitu, cuma kadang sikap. bila seorang tak puas hati, akan automatically triggers others to become reactive. 'eh, aku dapat B aje' while orang lain dapat C, tak ke jaki yang mendengarnya, dan akhirnya yang C tu terus-menerus rasa tak best dan kecewa. domino effect; one falls others will follow, it's a chain reaction where small change causes similar change nearby.



M - menolak segala kesenangan dunia kecuali memerlukannya.


seorang ustaz berkata, 'keperluan manusia panjang, sampai ke akhirat, oleh itu kita kena berusaha untuk gunakan kesenangan dunia untuk manfaat akhirat. oh, ini sangat susah sekali, yang atas pun susah.


kerana yang menggembirakan itu selalu bermula dengan nafsu, dan untuk meletakkan kegembiraan itu berakhir dengan iman adalah payah. apatah lagi untuk mendapat nikmat dalam beribadah. lebih mudah mendapat pujian bila dilihat seakan beribadah  ^_^



M - menikmati masa-masa melawan hawa nafsu.


sudahlah nafsu itu membawa kita ke arah kegembiraan dunia, sekarang harus menikmati pula saat berlawan dengannya? oh, almost impossible, tapi mungkin lebih bersemangat saat ada target.


jadi target nya adalah menundukkan nafsu --- . kerana target menghadapi masalah adalah mengalahkannya.
ya, mengalahkannya dengan sepenuh jiwa dan raga dengan rela hati kerana Tuhan ^_^

Tuesday, December 28, 2010

when lOve kIlls LOve ...




It was good. Good enough when there is somebody to tell you what to do when your life is getting upside down, like a roller coaster but this time, you just have no idea when all the troubles are about to end…the only thing that crosses you half-conscious mind is to get yourself out, away from all this hectic and frantic world, by hook or by crook… to a land called …magic


Ok, tipu. Nobody needs magic to pursuit his  dreams. What people need is hope. Dengan harapan, impian akan menjadi nyata. Dalam mengejar dunia, manusia sering lupa. Dah tentulah orang yang paling lupa adalah saya. Lupa pada matlamat sebenar dalam hidup dan lupa tentang punca diciptakan. Dunia dan isinya, memang sesuatu yang luar biasa, mengikat manusia tanpa mahu untuk melepaskan. Membina tembok-tembok pemisah antara makhluk dan Pencipta. Dunia itu memang memenatkan, melelehkan walaupun telah tersedia segala hiburan. Walaupun terseksa, manusia tetap juga memaksa diri menjadi keseronokan dunia dan melengah-lengahkan tanggungjawab ukhrawi. Mengabaikankan semua dalil-dalil pertemuan dan ketibaan hari pengadilan dan pembalasan.


Supervisor saya memang datang tetap, pada masa dan tempat. Biasalah saya, bukan seorang makhluk Tuhan yang baik. bila dah kerja bertimbun, kepala berat, badan lemah, tenggelam dalam keserabutan tugas, pasti ada yang dikorbankan. Dan terlalu malang apabila tanpa sedar yang menjadi pilihan adalah nilai yang paling berharga dalam hidup seorang manusia. Ibadah dan agama.


Tapi sudah tentu setiap dugaan datang dengan pakej yang lengkap. Ada cahaya penyuluh jalan, akan sentiasa ada titik-titik yang membawa kepada penyelesaian. Cuma selama ini, tak disedari dan selalu terabai. Supervisor saya seharusnya memberikan briefing tentang our next assignment. It should be on how to become a good student, to master the field and to catch up on skills by the end of our journey here. Nak dijadikan cerita, sedikit menyentuh tentang tugas dan tanggungjawab belajar. Selebihnya adalah sesuatu yang sudah lama tak menyeri hati dan memberi kesedaran.


Benda simple, macam ayah yang menasihatkan anak. Cerita tentang jalan hidup dan matlamat sebenar yang sudah lama ditinggal. Semuanya bermula dengan satu analogi. Mengetahui apa yang harus dicari dalam subject kali ini. Dan kemudian sudah tentulah bagaimana mencarinya. Yang beruntung pastilah yang tau target dan learning objective dan bagaimana meraihnya. Kalaupun tak tau cara, tapi pastinya akan dibantu ditunjuki jalan. Kalau tak tau pula akan diberitakan, supaya senang untuk mencapai matlamat. Akhirnya, hanya yang tak berusaha mencapai yang seharusnya aja yang akan tercicir dan gagal dalam erti kata mendapat pengalaman dan pendedahan untuk bidang ini.


Tapi rupanya ada lagi yang lebih berharga untuk digapai. Dan itu adalah hidup yang kekal dan abadi. ‘You are nothing if you can’t comprehend the holy Koran.’ That’s what he said. Why? Because the biggest goal in life is to become His servant. The pious one and the one who abide by the religion. Now that I knew the aim, I shall achieve it only by following the guideline. That’ what my supervisor meant by knowing what you’re looking for and how to attain it. But this guideline was not written in my mother tongue. It was in Arabic. And how shall I understand if I just know how to recite it but comprehend not the meanings? Tau membaca dan faham maksud adalah dua perkara berbeza, membaca adalah kunci kepada pemahaman tapi untuk faham, perlu lebih dari sekadar membaca ayat tanpa mengetahui yang tersirat. Dan untuk itu, setiap insan perlu mempelajari bahasa al Quran, perlu faham bahasa arab.


Begitu juga dalam solat. Dan itu cerita dia. Dia yang merupakan seorang lelaki yang baru mengenal agama lewat hari-hari hampir tuanya. Dia yang dahulu merasakan agama adalah suatu yang membebankan dan kepatuhan padanya adalah sesuatu yang tak diperlukan. Kerana dia percaya pada hanya dirinya, percaya bahawa manusia itu bergantung pada usahanya semata untuk berjaya. Kenapa mahu beragama kalau dengan otak yang ada sahaja dia bisa hingga meraih scholarship ke pelbagai negara dalam bidangnya? Ke the states dan Germany. Dia yang tidak mahu berbicara tentang solat kerana untuk melakukannya sahaja dia tidak pernah. Dia yang tidak mengaji kitab suci, kerana untuk membacanya sahaja dia tidak tahu. Dia yang merasakan wanita itu tak perlu diberi beban hijab pada mereka. Tapi itu dia yang dulu. Dia bilang, ‘kalau dulu saya merasa semua itu tak perlu, sekarang saya tertawa dan berkata pada diri sendiri, nasib baik tak mati saat usia muda’. Kerana apa aja yang dia capai untuk menyelamatkannya di dunia dan akhirat? Kalau dia sampai ada ph.D dalam bidangnya, dia hanya mampu berjaya dalam bidangnya. Macam seorang doctor yang hanya berjaya dalam merawat pesakitnya, macam seorang engineer yang hanya berjaya membina bangunan pencakar langit, macam seorang architect dengan kerjaya designing buildings. Hanya pada bidangnya dia akan berjaya literally, tapi bagaimana dengan bidang lainnya? Dengan kehidupan setelah matinya dan hubungan dengan Tuhan dan sesama makhluk. Itu bisa jadi sulit sekali.


Dan menyedari hal itu, suatu hari dia berubah. Walaupun pada usia yang sangat tua, untuk mula mengenal huruf dan menyebut patah kata dalam al Quran. Untuk membawa perubahan bukan hanya dirinya, tapi pada isteri, anak-anak dan kedua orang tuanya. Sungguh, itu bukan sesuatu yang mudah. Pada anak yang sekian lama terasuh dengan pola pendidikan sekular yang dulu diagungkan. Hingga saat ini dia masih berusaha untuk meyakinkan mereka. Dan bukan hanya pada mereka, dia juga berusaha meyakinkan semua, pada rakan sejawatnya, keluarga besarnya, anak-anak didiknya hingga ke pastors. Bukan mudah tapi dia berhasil, dari seorang yang seakan menolak amalan dalam beragama kepada seorang yang berusaha meyakinkan seseorang dengan agama yang dianutinya. Sungguh hidayah Allah itu indah, memberi sinar kehidupan meskipun ianya tiba di penghujung jalan.


Dulu dengan yakin dia merasakan bahawa keperluan material itu amat penting. Sekarang dalam karangan doanya, dia berharap semuanya sesuatu yang tercukupkan. Tak perlu berlebihan, sekadar tidak mengharapkan belas ehsan. Selebihnya, diisi untuk melunaskan tanggungjawabnya yang amat banyak. Paling utama katanya, sebagai seorang hamba pada Tuhan yang Esa,  seorang anak pada kedua ibubapanya yang telah tiada, sebagai seorang suami dan ketua keluarga, bapa kepada anak-anaknya, menantu dan datuk kepada himpunan cucu-cucunya. Juga sebagai pendidik, sebagai seorang yang berkhidmat pada masyarakat. Semua itu tuntutan yang entah bila benar-benar akan terpenuhi. Sedang dia cuma menghitung hari. Kerana itu, tanggungjawab itu umpama beban yang bakal dihitung setiap satunya di akhirat. Memang, walaupun dalam bidangnya, setiap kejayaan itu bererti wang, tapi itu juga bisa jadi penghalang menuju kebahagian akhirat. Dan dia mula memikirkan kembali semuanya. Waktu kerjaya yang benar-benar harus dipenuhi akan rezekinya berhasil membawa berkah. Dan pada sisa-sisa usianya yang harus dibekali dengan nikmat-nikmat iman dan amal, meninggalkan semua kemewahan yang berlebihan dan melatih diri dengan makanan akhirat.


Memberi kesedaran pada dirinya dan semua tentang erti sebuah kehidupan. Tanpa jemu, tanpa bosan. Mengingatkan tentang tanggungjawab selain mengejar dunia dan kejayaan di dalamnya. Tentang benda-benda yang nampak seolah-olah kecil tetapi besar impaknya. Tentang tanggungjawab seorang hamba pada agama, seorang anak pada orang tua, seorang ketua keluarga dalam menegakkan agama dalam hidup isteri dan anak-anaknya, seorang sahabat dalam berdakwah. Dia berkata bahawa memang nature manusia itu selalu lupa, bila dilambakkan dengan jawatan-jawatan duniawi yang bertimbun datang dan bergolek padanya, dia secara automatic akan lupa jawatan-jawatan yang disandangnya sejak azali. Umpama seorang anak yang lupa pada kedua ibubapanya kerana begitu sibuk dengan assignment, final year project dan kawan-kawan seusia dengannya.


Dan memang betul. Bila sibuk dengan dunia, kurang masa untuk beribadah. Alpa dengan syariat, benda paling mudah adalah aurat dan pergaulan. Tak kurang juga solat. Yang lambat, yang tak buat. Yang lupa aurat sesama jantina adalah dari lutut hingga pusat. Yang begitu mahu kelihatan modern dan bergaya dalam bertugas dan mencipta career hingga menjadi mundur dalam memelihara batas-batas aurat. Yang jarang hijabnya, yang ketat bajunya, yang terdedah tangan dan kakinya. Tatkala leka bersosial, hampir melupakan batasan pergaulan dalam islam antara lelaki dan wanita. Yang keluar malam, tak perlu untuk night life di club tetapi juga yang sekadar bersembang dan bergelak ketawa entah apa cerita juga bukan satu kebiasaan dalam islam. Benda-benda yang dianggap kecil bisa sahaja menjadi api yang membakar diri. Dan semua itu sering terlupakan lantaran kesibukan dunia. Sering terlepas pandang dengan sengaja bagi yang tau dan secara tak sengaja bagi yang tak mahu ambil tahu.


Dan yang celakanya, dalam mengucapkan cinta dan kasih sayang pada ibubapa, dengan mencapai segala macam dan jenis kejayaan dalam pelajaran dan kerjaya, secara halus mereka terheret ke kancah bebanan dosa yang harus dipikul yang datangnya dari benda-benda yang dianggap kecil dan selalu diremehkan. Ungkapan sayang, tapi mereka terpaksa memikul dosa bersama untuk solat yang lambat, aurat yang terlihat dan pergaulan yang tak berbatas syariat. I guess it’s what they called when love kills love. It’s cutting through so deep. Supervisor saya juga mengingatkan yang jika mencari lapang, kita tak akan berjumpa dengannya. Kerana itu harus belajar juga menyibukkan diri dengan usaha akhirat. Kalau dalam waktu belajar sahaja tak berjaya mencuri masa belajar agama, apa yang membuat seseorang itu mampu untuk menemukan ruang bagi bekalan akhirat apabila dia sudah dibebani dengan tanggungjawab yang lebih besar; menjadi seorang dengan kerjaya dan berumahtangga, seseorang yang berkeluarga dan beranak cucu, menjadi seseorang yang terbina kerjaya dan tempat masyarakat bergantung harap untuk baktinya. Semua itu perlu pada waktu, dan boleh sahaja agama dilupa kerana mendahulukan dunia.


Itu adalah satu ucapakan yang panjang dan penuh keinsafan. Benarlah insaf itu adalah suatu perasaan yang bukan selalu hadir tatkala kita mahukannya. Bukan juga boleh dibayar dengan kemewahan dunia. Kadang dia datang dengan pelbagai cara.Dan terima kasih cikgu atas kesedaran lewat kesibukan ini. Saya amat menghargainya. Syukran Lillah


p.s: benda bahaya saya pernah terlihat sebagai seorang commoner adalah tentang tugas-tugas terkait seorang doctor. Tentang pemeliharaan aurat patient dan doctor di ruang bedah. Bukan semua orang ada baju OT lengan panjang dan ada tudung. Dan bukan semua oT punya tanggungjawab moral untuk menjaga aurat kakitangannya. Tentang patient, juga sebegitu. 


Mari usaha atas iman dan agama! ^_^



Sunday, December 19, 2010

mOre than bEhaviOr




The lesser the time you have, the more you tend to waste it… even though in the beginning, it seems like you really appreciate it.



The busier u get, the lesser time you might have to think on how every single of your action might hurt others



More than behavior 



Mari bercerita…*story-teller mode, please*


Ketika suatu masa yang berlalu dahulu, manusia pernah merasakan bahawa perkara-perkara berkaitan jiwa, akal fikiran dan perasaan adalah sesuatu yang remeh. Sesuatu yang dengan mudah dapat diungkap menerusi jaringan-jaringan kata ‘it’s a mind over the matter, if you don’t mind it doesn’t matter.’ tapi benarkah tanpa sebarang keraguan manusia itu terlahir dengan entengnya menolak segala pergolakan hati dan internal conflict yang wujud dari pelbagai reaksi roda-roda kehidupan? 


Oh, jawapannya sudah tentu sekali tidak. Walaupun kelihatan manusia selalu mengungkapkan ayat-ayat keramat yang seakan macam bagus supaya dapat menutup kegugupan dalam mengawal minda, dengan segala bentuk motivasi dan kata-kata semangat, namun ternyata akal fikiran, perasaan dan apa yang dirasakan itu terlalu berkuasa, mempengaruhi pertuturan, pergaulan, dan hubungan manusia dengan alam. *ayat buku text*
Oh,oh ini bukan ayat-ayat cinta. Ini tentang masalah kejiwaan, masalah pemikiran bagaimana terkadang manusia terlepas pandang akan hal-hal yang selalu dianggap bukan priority tapi setiap kali itulah manusia tewas dengan dugaan yang satu. Jiwa dan akal membentuk peribadi dan kesihatan diri. *sila tolong percaya walaupun ini bukan segment medic TV* benda simple boleh saja menjadi bara yang membakar diri dalam sekelip mata. 


Tak berterima kasih, akan dilabel tak mengenang budi. Yang suka mengharapkan balasan akan dipanggil tak ikhlas. Tapi sejujurnya manusia memerlukan penghargaan dan ketenangan yang biasanya diraih dengan kesopanan. Bila aku sopan, kau pun rasa aku baik, maka kau pun happy untuk kawan dengan aku sebab kau yakin aku tidak akan mensia-siakan kamu.

 
Tapi kalau aku moody sentiasa, walaupun aku memang baik dan punya semangat setiakawan sekuat dan sepopular semangat rakan muda atau rakan waja diri, susah bagi manusia untuk bersikap terbuka dengan aku kerana mereka takut dilukai oleh sikap aku yang selalu sahaja tak stable dan ditutup secara bercampur-campur, amat berbahaya kepada bot-bot kecil yang dilahirkan dengan threshold sensitivity perasaan yang rendah. Manusia masih berkawan dengan aku, tapi hakikatnya walau dekat di mata, jauh di hati(*dan ini bukan tajuk lagu, tolong*). Tidak serasi. Dan lebih fatal lagi kalau aku masih bersikap selamba dan bersahaja, tidak merasakan adanya yang bengkok dan harus dilurusi. 


Pentingkan diri mungkin sebenarnya tepat bagi aku kalau aku hanya baik pada waktu mood indah permai, secerah pawana, laut membiru dan angin bayu (*sekali lagi bukan merujuk tajuk lagu*). Tapi pada masa lain, pada waktu yang kononya salah dan tempat yang salah (*saya selalu merasakan manusia yang bersalah. Waktu, tempat tidak pernah salah, apa entah lagi faham. Tapi manusia selalu menyalahkan benda-benda lain yang tak berakal mahupun bernafas*) aku akan bertukar menjadi raksasa, menunjukkan muka hodoh yang berperisa masam dan sibuk mencari alasan menenangkan hati sendiri sahaja, jauh sekali nak memikirkan betapa orang sekeliling aku yang akan terluka dengan perubahan sikap tanpa isyarat. 


Dan bila aku berubah menjadi bossy, haaa yang tu lebih buat orang tersayat. Walaupun tanpa sedar atau berapa rapat sekalipun hubungan, silalah menggunakan ajakan, bukan arahan (*tolong refer rukun negara yang terakhir*). Sebab seringkali arahan gagal melahirkan penghargaan dan acapkali juga ajakan itu menghasilkan pujukan. Buat orang senang. Gembira menghulur tangan. Sila jangan bekerja dalam suasana tegang kerana itu tidak berhasil menegangkan kulit muka anda. Hanya menambah tekanan dan penderitaan. Tak best dan menarik pun. Serious bukan bererti harus buat muka susah senyum macam pakai Botox (*tolong jangan confused seteruk ini*) 


Sebab itulah puan-puan dan tuan-tuan (*gaya pengerusi majlis*) saya merasakan it’s indeed important for every single human being on earth to learn how to put their emotion under control. Cop cop cop, ini seringkali disalahertikan dengan cukup membaca buku-buku motivasi dan ceramah berbayar untuk meningkatkan keyakinan diri. Tolong bagi saya 5 nama makhluk hidup bernama manusia yang hanya dengan mendengar ceramah motivasi esok lusa terus berubah menjadi tawadhuk, khusyuk dan rendah hati. Sama ada mak bapak, tok wan tok aki di kampung, semua menahan diri dan menguasai emosi dari pengalaman. Dengan belajar mendekati manusia dan kehidupan. Jarang dari sekadar pembacaan.


Saya ada kawan-kawan dari kalangan mereka yang merawat manusia, beberapa mengatakan tiada apa yang dapat ditemukan daripada sesi pembelajaran di bahagian kejiwaan, lebih singkat lebih baik. Tapi memahami jiwa bukan untuk memahami dengan siapa kita berurusan, tapi sebenarnya lebih kepada memahami siapa kita sebenarnya sebelum kita mula belajar menguruskan manusia yang lainnya. Jangan asyik fikirkan tentang competency semata, mari berfikir di luar kepala. Ambik peluang, masa dan ruang yang ada, belajar memahami dan menunduki diri sendiri, dari segi pengawalan emosi, ayat lebih Islamic nya, muhasabah diri. Memahami jiwa sendiri, menyedari betapa fragile perasaan ini terhadap stimulants, dan memikirkan akibat kalau diteruskan emosi yang macam rollercoaster itu, parah atau tak kecederaan jiwa yang kita bagi pada orang sekeliling. 


Bilamana manusia hanya memandang sesuatu dengan pandangan exam-oriented, nak habis cepat, nak dapat A, nak siapkan assignments, nak completing competency semata dan melintasi syllabus, memang la dapat jadi pelajar harapan negara, tapi sulit menjadi manusia sempurna. Yang melihat manusia dengan mata hatinya. Yang cuba berasa bagaiman berada di dalam kasut orang lain dan yang senang sekali untuk mengajak daripada mengarah. 


Tolongla makcik, jangan bawak negative aura boleh time buat project? Saya ni dah la jenis yang cepat sentap karang saya mengamuk siapa yang mahu bertanggungjawab? *contoh bila saya berasa bengang.* Percayalah, pemikiran itu amat besar pengaruhnya dalam hidup dan setiap pergerakan manusia, sama ada saya, kamu, dia, mereka, kalian, tuan hamba, hamba, atau siapa-siapa pun samada kita mahu menerima kenyataan ini atau tidak. Pengawalan diri yang baik, ada dalam Islam. Hadith Nabi menerangkan tentang sekuat-kuat orang. Hadith nabi juga ada melarang melayan-layan sehingga ke bulan nafsu amarah. La taghdab. La taghdab dan la taghdab. No moody moody, jangan asyik ikut syllabus dan hiduplah di luar exam-oriented system.


Mari hayati diri dan pelajari perasaan-perasaan itu hingga berjaya mengawalnya. Nanti baru aku dan kamu tau betapa pentingnya dan besarnya masalah kejiwaan. pendek kata, orang ni payah sakit kalau hati selalu bersyukur ^_^ dan redha. Tak darah tinggi, tak kena serangan jantung. Pemikiranlah yang mengawal kesihatan manusia. Kena control yang pokok dulu baru rawat cabang-cabangnya.  Sebab tu orang cakap, jangan fikir banyak, nanti sakit. Jangan stress, nanti pening, jangan tamak, nanti cepat mati *ok yang ni ayat dalam movie.*


Dan selalu orang akan nasihatkan relaxing your mind, unwind. Pi vacation, rapatkan hubungan keluarga dan hidup dalam kasih sayang. Bina jalur positive kehidupan dan padamkan bad aura. Maka, adakah masih kecil sampai boleh diabaikan pengaruh minda dalam hidup?banyak yang masih belum tersingkap tentang pola pemikiran dan emosi manusia. Itulah rahsia kejiwaan. sedikit yang baru mencuba memecahkan benteng di sebaliknya. Yang kesiannya, jarang yang benar-benar dapat belajar dari sudut pandang Islam, ramai yang mendabik dada jadi Freudians. Macam peminat fanatik Darwinism daripada kalangan anthropologists, especially.   


Sigmund Freud boleh memberikan theory, tapi kita yang memilih untuk percaya atau tidak, dia mungkin memberikan opinion daripada sudut pandang seorang yang mengetahui anatomy tubuh dan otak manusia, kerana dia seorang neurologist. Tapi pendapatnya tak semestinya harus selalu diikuti, sebagai penunjuk sepanjang zaman. Buktinya Erik Erikson, salah seorang Freudians merasa manusia dibentuk bukan daripada sexual motivation tapi behavior itu lebih dipengaruhi oleh social factor, dan sentiasa boleh berubah-ubah dari semasa ke semasa, bukan dah ditentukan dari kecil, yang berkembang bila besar. 


Dan dalam Islam, ibubapa itu memang memainkan peranan yang penting, ye la like father like son, bapak borek anak rintik. Sebab kain canvas putih itu hanya akan menghasilkan great value dalam karya seni atau master piece bilamana pelukisnya pandai mencorak dengan warna-warna indah dari imaginasi dan daya creativity tersendiri. *ok, sila tutup segment tahukah anda? ini*


See, try la kalau belajar tu bukan hanya fikir pasal nak rawat orang. Give yourself a break, rawat dan beri nilai pada diri sendiri. Belajar memahami bagaimana menjadi manusia dengan ilmu yang ada di tangan. Kembangkan juga untuk kegunaan masa depan. Belajar tingkat-tingkat kehidupan, kalaupun kau tak berniat nak jadi psychiatrist, u are about to use the knowledge for the rest of your life, nak communicate dengan orang yang kau sayang, orang yang kau rapat, nak membesarkan anak si pengarang jantung hati, mendidik dan memahami tahap tumbesaran mereka mengikut darjat kematangan emosi dan pemikiran mereka. semua tu pakai ilmu-ilmu yang membentuk jiwa. 


Jangan cari yang terlalu superficial saja. Dalami erti sebenar ilmu itu sendiri dan applikasi dalam context  hidup sebagai manusia, bukan sebagai seorang yang memberi rawatan kepada manusia, tapi juga yang berupaya untuk merawat hatinya daripada godaan penyakit penggelap hati dan punya dasar komunikasi yang kuat dan utuh. Jadi apa aja pendapat dalam hal-hal membesarkan anak?


Pertama tahap bermain, umur sejak lahir sampai sekitar umur 7 tahun, (lebihkan masa riang ria)

Kedua tahap penanaman disiplin, umur 7 tahun sampai sekitar umur 14 tahun, dan (usahakan solat)

Ketiga tahap remaja, umur 14 tahun ke atas. (dah baligh dan boleh pegang tanggungjawab – berdikari)

Sayangnya teori ini tak sepopular pendapat barat. Mak cik dan pak cik psychologist, counselors dan psychiatrist, cubalah bikin teori sendiri dari sisi agama. tapi pasti ada yang cuba, cuma terselindung.


Dalam islam sendiri ada menyatakan betapa berkuasanya minda, `Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah SAW berkata: ` ALLAH SWT berfirman: Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku.bila menyebut-KU di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU di kalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih dari itu.’ See, the power of mind…


saya juga adalah apa yang saya fikirkan. Susah untuk bertaubat, tapi pintunya sentiasa terbuka...

dan semoga saya sempat masuk dan menuju ke dalamnya ...

Tuesday, December 7, 2010

renyai itu ...




Kala renyai turun
Kala sepi menemani hati
Kala malam hening
Kala diri dibalut dakapan sang angin yang bertiup dingin
Kala kegelapan tanpa sinar dan senyuman rembulan
Aku melihat titis titis air membasahi bumi
Menghilangkan garis-garis debu di jalanan
Menghidupkan malam dengan nyanyian deru air tanpa henti
Yang memainkan irama di malam hari menghilangkan rasa sunyi
Dan aku masih di sini
Duduk diam berseorangan
Hanya sekadar menyendiri membuka lembar-lembar lipatan
Yang penuh dengan catatan segala macam kejahilan
Penuh dengan kebodohan dan dosa silam
Meninggalkan hanya puing-puing iman yang kerapuhan
Menanti tanpa sabar sebuah kejatuhan



Aku mengumpul kekuatan hati
Yang masih tersisa dan tidak mati
Berdoa semoga aku terdiri daripada batu-batuan pinggiran  jalanan yang masih terpilih
Untuk memberikan seri dan menghiasi taman penuh nikmat yang Engkau janji
Aku meminta selaut simpati
mengharapkan bahagia akan menanti
Menadah tangan memohon keampunan
Meminta secebis kemaafan
Mengemis pada saki baki ketenangan
Mencantum cebisan pada titik -titik ketakwaan
Dan pada Tuhan aku berserah
Untuk mencoret warna-warna indah
Pada kanvas suci permulaan tahun baru hijrah
Dan pada Tuhan aku merayu
Pada bulan aku berbisik
Sampaikanlah pesanan ini
Ke langit malam yang tertinggi
Agar akan ku bisa terbang lagi
Bebas dari cengkaman dunia yang merajai dan merantai hati
Kerana ternyata, aku sudah tidak betah lagi di sini
Tenggelam dalam keseronokan duniawi tanpa henti, yang tiada bererti



Aku menjadi jemu dengan sogokan-sogokan murahan
Yang menjadikan aku semakin terpesona, bertambah sesat
Keseronokan tidak menambah damai, sekejap-sekejap menjemput sebelum berlalu pergi
Menyenangkan nafsu yang semakin sukar didekati
Semakin perit untuk dibimbingi dan semakin tenggelam dalam khayalan yang tak bertepi
Ingin ku lontarkan pandangan pada jalinan waktu yang mengalir
Menoleh ke belakang agar bisa ku hentikan peredaran zaman
Aku mahu hidup pada zaman-zaman waktu terdahulu
Ketika aku masih punya Muhammad sebagai imamku


 Allahumma Solli 'Ala Muhammad, wa'ala ali Muhammad 



salam maal hijrah 1432 Hijrah



p/s: ewah munah, kamu ni, orang buat menulis dia pun sama, orang berpuisi dia pun nak ikut, kan dah tak terupdate blog kamu yang entah hapa-hapa ni
*kepada mak teh nisa', im sorry mak cik, tak sempat den nak buat tag